Hidup Damai



Belakang ini kita disibukkan dengan pemberitaan media mengenai penyerangan pemuka agama. Ya, pemuka agama. Seorang Ustad dan Romo mengalami serangan dari ''oknum-oknum''hingga mengalami luka bahkan meninggal dunia. Hal yang sangat mengejutkan bukan? Seorang yang sangat dihormati oleh setiap masyarakat, justru diserang dengan sangat berbahaya. Apakah ini tanda Indonesia sekarang dalam krisis keberagaman? Mungkin ya, mungkin tidak.

Satu yang pasti saya dapat yakinkan, pelaku tindakan kejahatan tersebut adalah orang yang tak beruntung.

Mengapa demikian?

Saya yakin tidak ada orang yang sepenuhnya jahat dan telah kehilangan rasa iba atau belas kasihan. Seburuk apapun orang, baik itu preman, pencuri, hingga pelaku penyerangan pemuka agama tersebut pasti masih memiliki sisi baik.

Mungkin mereka tidak seberuntung kita. Kenapa? Karena menurut saya, orang-orang yang berbuat demikian bisa jadi tidak mendapatkan didikan yang baik sejak kecil, kurangnya mendapat lingkungan yang baik, atau bahkan mereka mendapat pendidikan religi yang sedikit melenceng. Hal inilah yang membuat saya meyakini mereka adalah orang yang kurang beruntung.

Kita hidup di tanah Indonesia, yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Hampir dapat dipastikan setiap warga negara Indonesia menginginkan kerukunan. Tidak ada yang menginginkan peristiwa berdarah seperti ini terus terjadi, kecuali orang tersebut ingin merusak kerukunan yang telah ada sebelumnya. Jika ada peristiwa seperti ini, jangan saling menyalahkan satu dan yang lainnya. Mari kita tolak perpecahan.

Maka dari itu, pedulilah terhadap orang-orang terdekat. Berikan sedikit waktumu untuk melihat orang-orang tersebut. Berikan damai. Kemudian, satu hal yang penting lainnya adalah jangan melakukan BULLY. Apapun suku mereka, agama mereka, karena kita adalah Indonesia.

Hidup Damai Indonesiaku!





Comments