Posts

Showing posts from February, 2018

Jiwa (juga) Butuh Bernafas

Ada satu hal yang menjadi sangat penting, yang baru juga saya rasakan pentingnya saat berkuliah di ibukota; produktif.  Pasti dari kita ga asing dengan kata tersebut, ya awal-awal masuk kampus kita bakal selalu diingatkan secara intens oleh teman atau dosen.  "Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu" "Ayo gabung organisasi, jangan cuman fokus akademis aja"   "Ayo ikutan lomba, cari-cari pengalaman"   "Apply volunteers/internshiplah, biar cv ada nilai tambah" Beberapa kalimat diatas adalah kalimat yang mudah kita dengar saat kita menjadi mahasiswa. Intinya satu, mengajak kita untuk menjadi produktif. Tidak membuang waktu secara sia-sia, ajakan yang sangat baik bukan?  Kita tentu akan sangat bersemangat sebagai mahasiswa, dengan waktu, tenaga, dan potensi yang dimiliki kita dapat menjadi mahasiswa yang produktif. Akan menjadi sangat memalukan rasanya, jika kita tidak melakukan apapun, waktu dibuang dengan percuma yang hanya dihabiska...

Damailah! Hai Jiwaku

Image
Kita semua tahu, dalam kehidupan terdapat fase-fase. Dimana saat kita masih bergantung dengan orang tua kita, saat kita mulai beranjak remaja, hingga masa dewasa. Akan ada banyak sekali hal-hal baru yang kita temui ketika kita memasuki fase-fase tersebut. Jika dulu, pada saat kecil hampir semua dari kita hanya memikirkan diri sendiri dengan main-mainan atau boneka yang kita miliki. Beranjak keremaja, kita mulai sadar akan lingkungan yang lebih luas dan kita mulai memikirkan pertemanan, masa depan, atau mungkin saat itu kita mulai merasakan jatuh cinta. Mungkin, masa remaja selalu dirindukan bagi banyak orang karena pengalaman yang dilewati dimasa remaja sangatlah indah. Setelah kita dewasa, kita tidak memiliki banyak waktu untuk menentukan masa depan, kita harus menjalani kehidupan tanpa bergantung lagi dengan orang tua. Beban tanggung jawab akan semakin besar, bukan? Tentu tidak semua fase kehidupan yang kita lalui akan berjalan dengan mulus dan diiringi dengan keberhasila...

Hidup Damai

Image
Belakang ini kita disibukkan dengan pemberitaan media mengenai penyerangan pemuka agama. Ya, pemuka agama. Seorang Ustad dan Romo mengalami serangan dari ''oknum-oknum''hingga mengalami luka bahkan meninggal dunia. Hal yang sangat mengejutkan bukan? Seorang yang sangat dihormati oleh setiap masyarakat, justru diserang dengan sangat berbahaya. Apakah ini tanda Indonesia sekarang dalam krisis keberagaman? Mungkin ya, mungkin tidak. Satu yang pasti saya dapat yakinkan, pelaku tindakan kejahatan tersebut adalah orang yang tak beruntung. Mengapa demikian? Saya yakin tidak ada orang yang sepenuhnya jahat dan telah kehilangan rasa iba atau belas kasihan. Seburuk apapun orang, baik itu preman, pencuri, hingga pelaku penyerangan pemuka agama tersebut pasti masih memiliki sisi baik. Mungkin mereka tidak seberuntung kita. Kenapa? Karena menurut saya, orang-orang yang berbuat demikian bisa jadi tidak mendapatkan didikan yang baik sejak kecil, kurangnya mendapat lingkung...

Sudah bersyukur hari ini?

Izinkan saya untuk berbagi cerita beberapa tahun yang lalu. Saat itu dihalaman belakang rumah terdapat ayam yang memang dipelihara oleh ayah saya. Saya pun seringkali membantu memberi pakan dan minum kepada ayam-ayam tersebut. Suatu waktu saat ayah menyuruh saya untuk memperhatikan cara minum. Setelah saya amati, saya melihat ayam tersebut meminum air dari wadah dan dengan mengarahkan wajah keatas, ayam tersebut menelan air tersebut.  Ayah kemudian mengeluarkan beberapa kata dari mulutnya "ayam selalu menoleh keatas saat minum karena ia mau bersyukur sama Tuhan" Mungkin terdengar seperti lelucon atau apapun itu, Namun. Hal ini mengingatkan saya untuk terus bersyukur.   Berapa banyak dari kita yang telah mendapat hal-hal baik ditahun lalu? Saat kita masih bisa melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, dimana kita bisa melihat banyak sekali saudara kita yang untuk makan saja sulit. Kita masih dapat hidup sehat hingga saat ini, sementara saudara kita...