Menghargai yang bernilai
Baru saja kita melewati bulan September dan saat ini sudah masuk bulan Oktober. Tak terasa kalo kurang lebih 3 bulan lagi kita bakal menuju ketahun 2020.
Ada berapa banyak dari kita yang merasa kalau waktu rasanya makin lama makin cepet berjalan? Kalo dulu waktu di SD, rasanya pengen banget buat ke SMP, dari SMP pengen cepet-cepet SMA, dan sekarang kuliah pun udah di semester akhir. Ya, sekarang juga gua merasa waktu begitu aja lewat.
Saat waktu berjalan, umur bertambah. Sadar atau tidak masing-masing dari kita udah sibuk sama bisnis (kepentingan) kita masing-masing. Alhasil, kita mengalokasikan tenaga kita buat ngerjain urusan kita dan waktu juga kita habiskan untuk itu. Dari sini, kita kadang udah capek kalo mau ngurusin hal yang bukan prioritas, atau udah gaada waktu untuk bersosial, karena kita udah capek dan butuh istirahat.
Pernahkah kalian mengalami atau menemui fenomena diatas? Ya, gua kira hampir semua dari kita.
---Terus kenapa?--- tanya netijen wkwk
Gua mau ajak temen-temen sekalian buat merenungkan sesuatu. Kalau kita sudah sepakat dengan kilas hidup diatas, maka kita tau kalau yang sibuk sama bisnisnya bukan cuman kita seorang, tapi semua orang, baik keluarga, sahabat, pacar, suami atau istri, ya semua-semualah.
Mari kita renungkan, betapa berharganya pertemuan itu yang bisa terjadi. Mungkin terdengar berlebihan? Tapi gua mau bilang kalau, ketika orang udah sempetin waktunya buat kita, ya baik lewat chat, videocall, atau sampe hadir tatap muka. Itu mereka udah meninggalkan atau bahkan melewatkan kesempatan-kesempatan yang bisa dia kerjakan.
Untuk itu, tidak ada alasan buat kita meremehkan setiap pertemuan dengan orang itu. Meremehkan gimana? Kalau ada pertemuan, ya hargai kehadirannya dengan tatap muka orang yang sedang engkau temui. Jangan malah menundukkan muka ke handphonemu. Berikan perhatianmu yang terbaik kepadanya.
Mengutip dari Reza Gunawan dan Dewi Lestari dalam buku Slow (karya Greatminds). Disebutkan bahwa perhatian adalah salah satu hal yang paling mahal dalam hidup sekarang ini dan menjadi mata uang yang menentukan kualitas hubungan.
Untuk melihat betapa mahalnya sebuah perhatian, maka saya coba merenung dan menggunakan supply and demand dari ilmu ekonomi.
Dalam satu hari, sumber daya kita tetap yaitu waktu 24 jam dengan tenaga yang terbatas, tetapi ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan (pekerjaan, keluarga, pacar, hobi, social media dll), bahkan semakin lama hal-hal yang perlu diperhatikan makin bertambah.
Maka betapa beruntungnya kita saat mendapatkan tenaga, perhatian, dan waktu dari keluarga, sahabat, pacar, dan siapapun, tanpa mengeluarkan biaya. Sampai disini, mari kita berikan perhatian terbaik sebagai ucapan terimakasih kita.
💛💛💛 panutaaan, ada citationnyaa
ReplyDeleteAhaha baru liat ternyata dikomen. makasih udah apresiasi kak Naya
Delete