Personal & Social Power
Power (Kekuasaan) adalah kemampuan atau kapasitas untuk melakukan sesuatu dalam cara tertentu (Kamus Oxford)
Pengertian diatas adalah definisi umum soal power (kekuasaan). Untuk menemui kekuasaan dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat mulai dari keluarga ada orang tua, guru-guru di lingkungan sekolah, hingga pemerintahan. Kekuasaan adalah keniscayaan.
Percaya atau tidak, hidup yang sedang kita jalani ini besar kecilnya merupakan buah dari kekuasaan yang kita tidak sadari. Sejak kecil kita diwajibkan untuk sekolah, setelah itu kita melanjutkan pendidikan lebih tinggi, lalu menikah, dst.
Mungkin waktu kecil berpikir, memang beginilah proses hidup. Namun, penting untuk kita menyadari bahwa proses tersebut adalah buah dari kekuasaan sosial. Seolah-olah ada yang salah jika kita tidak mengikuti jalur kehidupan umum.
Beberapa waktu lalu, teringat akan sebuah nasihat seorang dosen yang mengatakan untuk apa lulus 3,5 tahun tetapi belum mencapai a,b,c,d,e. Mahasiswa dituntut sempurna dengan memiliki pengalaman diberbagai bidang, memiliki kemampuan berbahasa yang baik, dan kemampuan lainnya.
Atau, kita pernah melihat sebuah lowongan kerja yang mengharuskan kita harus memiliki IPK minimum 3,00, berasal dari Universitas terbaik, dan standar-standar lain.
Fenomena diatas saya sebut sebagai social power.
Celakanya kita hidup hari-hari ini bersebelahan dengan internet. Kehadiran internet lewat mediumnya memperkokoh ideologi dari social power. Dengan mudah kita temui standar-standar dan keinginan-keinganan yang sama di internet.
Asumsi saya, ini berbahaya bagi manusia. Mengapa berbahaya? karena kita sebagai manusia, jika tidak memiliki kesadaran akan kekuasaan yang ada, maka kita dapat kehilangan jati diri. Kita tidak lagi memiliki suatu ciri pembeda dengan manusia lain.
Agar pengaruh sosial tidak menenggelamkan kita, kita harus mengimbanginya dengan memiliki personal power.
Personal power adalah sebuah kekuatan yang berasal dari dalam diri kita. Itu dapat berupa nilai diri, cara berpikir, sampai ketindakan.
Penting bagi masing-masing dari kita untuk memiliki nilai, bahasa yang dipakai sehari-hari mungkin prinsip hidup. Ketika kita memiliki prinsip, kita tau kemana apa yang harus kita lakukan, kemana waktu kita habiskan dengan waktu yang kita miliki, hingga menolak sesuatu atas kehendak sendiri.
Dalam perjalanan hidup, kita masing-masing memiliki jalannya sendiri-sendiri. Tak perlu membuat jalan hidup seragam dengan orang lain, lagi pula tiap orang punya ukurannya masing-masing.
Dijalan hidup manapun akhirnya nanti akan kita berada, itu tidaklah penting. Yang terpenting bagaimana kita nanti menjalani jalan hidup kita.
Mungkin sudah banyak contoh yang kita temui, bagaimana seseorang tidak mampu menghadapi social power. Yang pada akhirnya ketika gagal mengimbangi social power berujung pada terjerumus.
Ya, selamat menjalani hidup
Comments
Post a Comment