Dear Netizen
Halo, setelah banyak waktu yang telah dilewati tanpa menulis di blog ini
Kembali lagi kesini, untuk mencurahkan isi yang telah dikepala ini
beberapa waktu terakhir, ada satu kasus yang cukup meramaikan telinga dan mata saya. Kasus tersebut adalah kasus yang menimpa Audrey. Kasus tersebut awalnya ramai lewat twitter seinget saya, dan netizen langsung meramaikan tagar #JusticeForAudrey. Aksi tersebut sebagai aksi dukungan kepada Audrey yang dikabarkan menjadi korban kekerasan.
Namun, entah kenapa. beberapa hari kemudian ada sebuah pernyataan dari kepolisian yang membantah beberapa tudingan yang ramai diceritakan oleh netizen. mulai dari jumlah pelaku, kondisi kekerasan yang terjadi dan lain-lain.
Dikesempatan kali ini, saya tidak mengomentari apa yang terjadi dengan Audrey. Namun yang menjadi fokus saya adalah bagaimana netizen bereaksi terhadap isu. Saya kira jutaan netizen akan menyesal akan aksi reaktif mereka. Saya tidak menyalahkan itu. Biarlah hal tersebut mejadi pelajaran bahwa, aksi simpati juga harus diiringi dengan kesadaran diri. jangan sampai kita dirugikan akibat simpati kita yang tak diiringi dengan kesadaran.
Dear netizen, lebih bijaklah dalam menyatakan sikap, tak perlu terburu-buru agar terlihat update dengan isu yang ada. Namun, bijaklah dalam mengambil sikap, verifikasi setiap informasi, agar tidak terjebak dengan kabar-kabar bohong. Lalu, pada saat memberikan sikap terhadap sebuah isu, gunakanlah kata-kata yang layak. Jangan sampai kita memberikan sikap terhadap isu kekerasan dengan kekerasan-kekerasan lainnya (kekerasan mental).
Menutup tulisan ini, saya ingin berpesan bahwa "cepatlah dalam berpikir, tapi lambanlah dalam mengetik".

Comments
Post a Comment