Ekspetasi
Saya kira ekspetasi menjadi penentu kehidupan manusia.
Penentu apa?
Ekspetasi, atau bahasa yang lebih sehari-hari disebutkan harapan.
Apa yang diharapkan dari seorang mahasiswa ketika meninggalkan kampung halamannya untuk merantau dan menimba ilmu?
Apa yang diharapkan oleh guru ketika pagi-pagi benar pergi kesekolah untuk membagikan ilmu kepada siswanya?
Atau apa yang diharapkan penulis ini saat menuliskan tulisannya?
Disini kemungkinan besar, saya asumsikan semua tindakan yang dilakukan disertakan dengan harapan didalamnya.
Mengapa kemudian kita dapat berbahagia? Merasakan kesal? putus asa?
Saya rasa itu kembali pada masing-masing pada harapan personal individu. Pernahkah tersadari? Mengapa disatu kondisi yang sama, tetapi reaksi individu berbeda?
Disuatu kondisi seorang teman yang mendapatkan nilai 75 merasa nilai tersebut sudah cukup? namun pada teman yang lain nilai 75 menjadi pukulan yang teramat?
Mengapa seorang pesepakbola rela bertahan disuatu tim yang memberinya gaji kecil dan bermain di kasta bawah, saat tawaran menggiurkan datang justru ditolak? sementara pesepakbola yang mendapatkan gaji yang besar, justru sulit dibujuk untuk bertahan didalam tim?
Ekspetasi memainkan itu semua.
Rasa bahagia muncul saat realitas hadir sesuai dengan ekspetasi, rasa sedih muncul karena realita gagal sesuai dengan ekspetasi
Ketika kita mulai sadar dengan peran penting ekspetasi, alangkah baiknya kita membangun ekspetasi dari sebuah kesadaran
*tulisan ini bersifat hasil pengalaman personal
Comments
Post a Comment