Dimana trotoar?
Suatu sore, ketika waktu mendekati pukul 4 saya akhirnya menyelesaikan perkuliahan. Btw saya kuliah disalah satu kampus di simprug (ga penting-penting bgt). berhubung kampus baru membuka pintu belakang, sayapun ingin mencoba berjalan kaki bersama seorang teman dengan rute melalui pintu belakang.
Kalau biasanya melalui pintu depan, saya harus keluar kawasan kampus dan melewati kawasan perumahan, rute ini terbilang jauh dan memakan waktu cukup banyak.
Alhasil, bersama seorang teman (pejalan kaki sejati), kita jalan dan akhirnya keluar lewat pintu belakang. Jujur, rasanya seneng karna bisa hemat waktu dan energi. Sepanjang perjalanan saya ngobrol ringan dg si teman.
Tapi disela-sela perbicangan, saya mengamati kondisi jalan yang kami lewati.
Saya sedikit risau karena jalan tersebut dipenuhi pemukiman warga dan banyak warung-warung. Dari situ terlihat aktivitas warga benar aktif, namun yang terjadi ruas trotoar sulit sekali ditemukan, tidak ada ruang bagi pejalan kaki untuk menikmati langkah demi langkahnya.
Menyedihkan memang kondisi trotoar yang ada di Indonesia, belum lagi dilain tempat banyak ditemukan motor yang menggunakan trotoar sebagai jalan pintas dikala kemacetan.
Saya kira perbaikan kualitas dan penambahan kuantitas trotoar sangat penting karena hal tersebut menunjukkan kepedulian terhadap pejalan kaki, upaya mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang tentu berdampak langsung pada lingkungan.
Semoga akan ada perubahan kedepan, sedikit-sedikit lamalama manjadi bukit. saya harap begitu, walau ini merupakan masalah yang cukup kompleks :D
Kalau biasanya melalui pintu depan, saya harus keluar kawasan kampus dan melewati kawasan perumahan, rute ini terbilang jauh dan memakan waktu cukup banyak.
Alhasil, bersama seorang teman (pejalan kaki sejati), kita jalan dan akhirnya keluar lewat pintu belakang. Jujur, rasanya seneng karna bisa hemat waktu dan energi. Sepanjang perjalanan saya ngobrol ringan dg si teman.
Tapi disela-sela perbicangan, saya mengamati kondisi jalan yang kami lewati.
Bayangannya gini, lewat pintu belakang, kalian akan langsung melihat kendaraan melaju kencang, karena emg gaada lampu merah. Tapi ada lintasan rel kereta, biasanya disitu jadi titik henti karena kendaraan banyak menyebrangi rel melalui jalan yang cukup sempitSampai nyebrang rel, saya masih mencari-cari tempat berjalan kaki yang enak dan nyaman, tapi hasilnya nol. Alih-alih bisa nyaman jalan, jalan lurus, nikmatin waktu berjalan. Justru kita malah waspada ga disenggol mobil dan motor yang lewat. Kita terpaksa buru-buru untuk menghindari kesempatan buat dicium mobil/motor.
Saya sedikit risau karena jalan tersebut dipenuhi pemukiman warga dan banyak warung-warung. Dari situ terlihat aktivitas warga benar aktif, namun yang terjadi ruas trotoar sulit sekali ditemukan, tidak ada ruang bagi pejalan kaki untuk menikmati langkah demi langkahnya.
Menyedihkan memang kondisi trotoar yang ada di Indonesia, belum lagi dilain tempat banyak ditemukan motor yang menggunakan trotoar sebagai jalan pintas dikala kemacetan.
Saya kira perbaikan kualitas dan penambahan kuantitas trotoar sangat penting karena hal tersebut menunjukkan kepedulian terhadap pejalan kaki, upaya mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang tentu berdampak langsung pada lingkungan.
Semoga akan ada perubahan kedepan, sedikit-sedikit lamalama manjadi bukit. saya harap begitu, walau ini merupakan masalah yang cukup kompleks :D
![]() |
| Pulang bareng temen |

Comments
Post a Comment